Jumat, 05 Juni 2009
ANGGREK EKOR TIKUS (PARAPHALAENOPSIS SERPENTILINGUA)
ANGGREK BULAN (PHALAENOPSIS AMABILIS)
ZAMIOCURCAS
NOLINA VARIEGATA
BUDIDAYA PALEM RAJA
BUGENVIL
PERAWATAN BUGENVIL
Jumat, 15 Mei 2009
MEMBUAT STEK BEBERAPA JENIS TANAMAN DALAM POT
MEMBUAT STEK BEBERAPA JENIS TANAMAN DALAM POT
Untuk hasil yang terbaik, pastikan untuk memulai pekerjaan ini dengan vermikulit yang baru dan bersih dan juga pot yang baru. Pemakaian pot bekas dapat menjadi sumber penyakit bagi tanaman.
Berikut ini beberapa bahan yang diperlukan yaitu :
Pot plastic berukuran diameter 6 atau 7 inci, Pot tanah liat berdiameter 2.5 inci, vermikulit, kertas prakarya ukuran kasar (paper towels) dan gabus kecil. Lapiskan dasar pot plastic dengan kertas tersebut. Hal ini dilakukan untuk mencegah vermikulit keluar dari lubang pembuang air pada dasar pot. Tuangkan vermikulit pada pot plastic sampai batas atas pot.
Selanjutnya, masukan gabus pada lubang bawah pot tanah liat. Masukkan pot tanah liat ke tengah-tengah pot plastic yang telah berisi vemikulit. Masukkan air ke Vermikulit. Masukkan juga air ke dalam pot tanah liat. Tanah liat bersifat porous dan akan menyebabkan air merembes melalui tengah pot ke vermikulit. Setelah vermikulit kekurangan air, secara cepat akan diisi kembali oleh air yang berada di pot tanah liat.
Pastikan utuk menjaga agar air yang berada di pot tanah liat tetap terisi. Vermikulit yang mengandung air sangat baik bagi pertumbuhan akar.Cari titik tumbuh dimana terdapat daun muda dan potong sekitar 3 atau 4 inci diujungnya. Potong sekitar 1.5 inci dibawah tangkai pohon, area di mana tangkai daun bertemu dengan tangkai utama. Tangkai pohon merupakan sel tumbuh-tumbuhan.yang aktif membelah. Masukkan tangkai pohon yang telah dipotong ke dalam vermikulit. Akar baru akan terbentuk dari tangkai ini.
Oleh : Panji Laras
PERAWATAN AGLONEMA, ANTHURIUM, PHILODENDRON
Tips perawatan ketiga tanaman hias daun tersebut sebagai berikut:
A. Penyiraman -Musim kemarau 1 – 2 hari sekali -Musim hujan 3 – 4 hari sekali Banyaknya volume air penyiraman tergantung dengan media yang digunakan Sebaiknya penyiraman dilakukan pada waktu pagi hari (06.00 – 09.00)
B. Pemupukan -Pupuk Aplikasi Siram Utama (PASU) : Grow More/Hyponex 20-20-20, Rapid Gro 30-10-10, dengan konsentrasi dan waktu pemberian: 0,75 – 1 g/L diberikan 1 – 2 kali seminggu -Pupuk Aplikasi Siram Penunjang (PASP) : Grow More Calcium/Calcium Nitrat (Calcinit)/Magnesium Sulphate/Grow More Mikro 0,5 - 0,75 g/L; Metalik 0,5 – 0,75 ml/L -Pupuk Slow Release (Lambat Urai): Dekastar/Osmocote 1 sendok teh per pot diameter 15 cm dengan pemberian ulang per 3 bulan sekali.
Penunjang lain: Superthrive/Liquinox Start B1/Golden Gro/Photo Gro/NovelGrow/Grow Quick S, dengan konsentrasi dan waktu pemberian: 0,5 – 1 ml/L diberikan per 2 minggu sekali. Apabila media tanam masih basah, pemberian pupuk dapat dilakukan melalui penyemprotan ke daun (utama bagian daun bawah) dengan konsentrasi setengah dari yang disarankan.
C. Pencahayaan Tidak langsung (ternaungi) 65 – 70%
D. Suhu dan Kelembaban Suhu yang diperlukan 25 – 30oC, dengan kelembaban 60 – 70%
E. Pergantian media dan pot Media dapat diganti setiap 6 bulan sekali, sedangkan pot tergantung dengan ukuran tanaman dan perkembangan rumpun.
F. Pengendalian Hama dan Penyakit -Hama: Spider Mites, Kutu Perisai, Aphid, Mealybugs (Demiter/Kelthane/Curacron 0,5 – 1 ml/L), Root Mealybugs (Diazinon 0,25 – 0,5 ml/L) -Penyakit: Busuk Lunak Daun karena Erwinia carotovora, nekrosis pada daun karena Xanthomonas campestris (Agrept 0,5 g/L atau Bactocyn 0,5 ml/L), busuk akar karena Phytoptora/Pytium/Rhizoctonia (Daconil/Score/Vilan/Previcur N 0,5 – 1 ml/L).
Pencegahan dapat dilakukan dengan cara penyemprotan 1 kali seminggu atau per 2 minggu, bila terdapat gejala di daun, maka segera dilakukan langkah pemotongan pada bagian daun tersebut untuk mencegah penyebaran penyakit melalui percikan air. hama Root Mealybugs dengan cara disiramkan ke media tanam sekali setiap 1 – 2 bulan sekali
Oleh : Panji Laras

